Satu masalah pelik yang timbul saat itu adalah belum kembalinya Panglima Besar Soedirman ke Yogya. Beliau masih bertahan di markasnya. Terbetik kabar bahwa beliau akan terus berjuang sampai kedaulatan penuh di tangan Republik. Sri Sultan telah berusaha membujuk Panglima Besar untuk kembali ke Yogya. Demikian pula Kolonel Gatot Soebroto. Gubernur…
Nusantara
Telusuri sejarah lengkap Nusantara: dari asal-usul nenek moyang, kejayaan Majapahit dan Sriwijaya, hingga penyebaran agama dan budaya di kepulauan Indonesia. Temukan fakta menarik, peninggalan purbakala, dan tokoh-tokoh ikonik yang memengaruhi perjalanan sejarah bangsa dalam satu kategori komprehensif
-
-
Hubungan Bali dan Imperium Hindu – Buddha Mataram Kuno di Jawa
Sudah eksis ratusan tahun sebelum Majapahit lahir, Kerajaan Bali berhubungan sederajad (bukan sebagai jajahan) dengan imperium Hindu – Buddha di Jawa sejak era Mataram Kuno (Medang). Hubungan ini terjadi tepatnya pada masa-masa pertama kepindahannya ke Jawa Timur di era Maharaja Rake Hino (Mpu Sindok) tahun 930 M dari Mamratipura (kawasan…
-
Perjalanan Kyai Mojo Bergabung Dengan Diponegoro Hingga Pecah Kongsi
Ayahanda Pangeran Diponegoro, yaitu Sultan Hamengkubuwono III, punya adik perempuan bernama R.A Mursilah. Pada tahun 1792 di desa Mojo, Pajang, dekat Delanggu, Surakarta, R.A Mursilah bersama suaminya yaitu Iman Abdul Arif punya anak laki-laki diberi nama Muslim Muhammad Halifah. Ketika dewasa dan menjadi ulama mengikuti jejak ayahnya, anak ini dikenal…
-
Kanjeng Ratu Kidul Bukan Nyi Roro Kidul, Bagaimana Legenda Berawal
Legenda Jawa dari abad ke-16 menyatakan penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul sebagai pelindung dan pasangan spiritual para raja Kerajaan Mataram. Tertuang dalam Babad Tanah Jawi, Panembahan Senapati (1586-1601 M), pendiri Kesultanan Mataram, dan cucunya Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645 M) menyebut Kanjeng Ratu Kidul sebagai mempelai mereka. Pangeran Panembahan Senopati…
-
Rekonsiliasi Etnis Jawa – Sunda Akhiri Perang Dingin Akibat Fiksi Perang Bubat
Rekonsiliasi konflik etnis Jawa – Sunda untuk menghapus perang dingin beraroma dendam sejarah telah dilakukan pada 6 Maret 2018 antara Gubernur DIY Sultan HB X dan Gubernur Jatim Soekarwo mewakili etnis Jawa di satu pihak, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mewakili etnis Sunda di pihak lain. Dendam sejarah muncul akibat…
-
Fakta di Balik Legenda Fantastis Rara Jonggrang dan Bandung Bondowoso
Alkisah Rara Jonggrang adalah putri dari Prabu Baka, raja raksasa penguasa Keraton Baka pemangsa manusia. Keraton Baka bertetangga dengan Keraton Pengging yang dipimpin Prabu Damar Maya. Prabu Baka punya watak imperialis, Keraton Pengging pun diserangnya pada suatu hari demi memperluas wilayah kerajaan. Tapi celakanya serangan itu justru menjadi akhir hidupnya.…
-
Sejumlah Saintis Meragukan Gunung Padang Piramida Tertua
Persoalan utama yang membuat sejumlah saintis ragu adalah tidak adanya bukti jejak-jejak kegiatan manusia seperti arang atau serpihan tulang belulang, walaupun penentuan usia sampel tanah 27.000 tahun dari Gunung Padang, sudah sangat akurat.
-
Kronologi Diksi Akademis Menjadi Nama Negara: Indonesia
Kata “Indonesia” berasal dari bahasa Yunani yaitu Indo dan nesos (pulau) yang berarti “pulau-pulau di samudera Hindia”. Etnolog George Windsor Earl pada 1850 memberinya nama Indunesia atau Melayunesia, tapi oleh James Richardson Logan, muridnya, dipopulerkan di lingkungan akademisi menjadi Indonesia. Sedangkan “nusantara” berasal dari era Majapahit, yaitu diambil dari Sumpah…
-
Kedutaan Turki Tidak Tahu Bapak Bangsanya Dibenci Warga Bekas Hindia Belanda
Kedutaan Turki pada tahun 2021 lalu bermaksud minta ijin mengganti nama salah satu jalan di DKI Jakarta dengan Mustafa Kemal Ataturk. Menurut perwakilan Kedubes Turki di Jakarta, penamaan jalan tersebut merupakan bentuk terima kasih dan timbal balik setelah pemerintah RI mengusulkan perubahan nama salah satu jalan di Ankara dengan nama…
-
Islam Nusantara Ideologi Nahdatul Ulama Antitesa Takfiri Wahabi
Islam Nusantara merupakan gagasan ideologis NU berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang berkembang di Indonesia. Ideologi Islam Nusantara tersebut, dengan demikian, bukanlah gagasan baru tapi telah dilaksanakan sejak lama oleh para Walisongo penyebar Islam di tanah Jawa.