Kenapa Bank Syariah Mahal: Menkeu Purbaya Kritik Praktik “Ganti Istilah” Riba
Image Credit: Metro TV
Politik - Unggulan

Kenapa Bank Syariah Mahal: Menkeu Purbaya Kritik Praktik “Ganti Istilah” Riba

Banyak masyarakat bertanya-tanya kenapa bank syariah mahal dibandingkan bank konvensional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kritik pedas terkait praktik perbankan syariah di Indonesia yang dinilai hanya sekadar mengubah istilah tanpa memberikan keadilan ekonomi yang nyata bagi nasabah.

Melansir pemberitaan Medcom, kritik tajam datang dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terhadap industri perbankan syariah di tanah air. Dalam acara Sharia Economic Forum 2026, ia menyoroti keluhan masyarakat mengenai biaya pembiayaan yang tinggi. Pertanyaan mengenai kenapa bank syariah mahal seolah terjawab melalui sudut pandang sang Menkeu yang melihat adanya ketimpangan antara teori dan praktik di lapangan.

Purbaya mengungkapkan bahwa selama 25 tahun menjadi ekonom, ia melihat potensi ekonomi syariah masih terjebak dalam retorika. Fenomena kenapa bank syariah mahal sering kali disebabkan oleh skema yang hanya mengganti istilah bunga menjadi margin atau bagi hasil, namun dengan beban finansial yang justru lebih besar bagi nasabah.

“Orang Islam itu pintar, yang ‘Islam-islaman’ ya. Diubah istilah riba, jangan dipakai, tapi pakai istilah lain yang ternyata lebih mahal. Nyusahin, bahkan lebih nyusahin,” tegas Purbaya. Pernyataan ini merujuk pada alasan kenapa bank syariah mahal, yaitu karena orientasi keuntungan yang sangat besar alih-alih mengedepankan prinsip keadilan.

Ia membandingkan sistem di Jerman yang justru terasa lebih “syariah” karena bunga yang sangat rendah, yakni hanya 1 persen dengan biaya pinjam 2 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan persepsi masyarakat Indonesia tentang kenapa bank syariah mahal, di mana margin yang ditetapkan sering kali jauh di atas bunga bank konvensional.

Menurut Menkeu, jika ingin membangun ekosistem yang kuat, pelaku industri harus berani memberikan solusi nyata. Alasan utama kenapa bank syariah mahal harus segera dibenahi dengan cara menerapkan sistem yang benar-benar adil, bukan sekadar simbolis. Purbaya bahkan menantang para ahli untuk mengajukan proposal kebijakan fiskal yang konkret untuk memperbaiki sistem ini agar masyarakat tidak lagi bertanya-tanya kenapa bank syariah mahal.

Dengan penguasaan pasar yang masih minim, transformasi perbankan syariah menjadi sangat krusial. Jika praktik “ganti istilah” terus berlanjut tanpa efisiensi, maka stigma mengenai kenapa bank syariah mahal akan sulit dihilangkan dari benak masyarakat Indonesia.

Referensi:

Ki Ageng Wiratama

Menelusuri Jejak Masa Lalu Untuk Memahami Dunia Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *